Kaleidoskop Alutsista Sepanjang 2012

(MDN), 11 hari lagi, tahun 2012 berakhir. Sepanjang tahun 2012 ini, ternyata banyak sekali catatan mengenai perjalanan perkuatan TNI khususnya dalam bidang Alutsista. Berbagai kontrak pengadaan hingga kedatangan alutsista baru mewarnai bulan demi bulan di tahun 2012 ini. Diantara yang menjadi catatan penting antara lain kontrak pengadaan Kapal Selam, PKR10514, KCR-60, Su-30MK2, heli NBell 412 dari PT.DI hingga pengadaan meriam Caesar dan Astros. Sementara alutsista yang sudah tiba antara lain Super Tucano, CN-295, KRI Kujang dari jenis KCR-40 hingga tambahan pesawat latih KT-1B. Komunitas ARC sendiri selalu mengupayakan hadir jika ada mainan baru yang datang. Terbukti dengan reportase serta galeri eksklusif kedatangan Caesar, Leopard, Super Tucano, dan lainnya.

Pembagian wilayah kerajaan

Setelah habis masa hukumannya, Dipati Rangga Gede diberikan kekuasaan kembali untuk memerintah di Sumedang. Sedangkan wilayah Priangan di luar Sumedang dan Galuh (Ciamis), oleh Mataram dibagi menjadi tiga bagian[4]:

Kabupaten Sukapura, dipimpin oleh Ki Wirawangsa Umbul Sukakerta, gelar Tumenggung Wiradegdaha/R. Wirawangsa,
Kabupaten Bandung, dipimpin oleh Ki Astamanggala Umbul Cihaurbeuti, gelar Tumenggung Wirangun-angun,
Kabupaten Parakanmuncang, dipimpin oleh Ki Somahita Umbul Sindangkasih, gelar Tumenggung Tanubaya.

Pemerintahan di bawah Mataram

Dipati Rangga Gempol

Pada saat Rangga Gempol memegang kepemimpinan, pada tahun 1620 M Sumedang Larang dijadikannya wilayah kekuasaan Kerajaan Mataram di bawah Sultan Agung, dan statusnya sebagai 'kerajaan' diubahnya menjadi 'kabupatian wedana'. Hal ini dilakukannya sebagai upaya menjadikan wilayah Sumedang sebagai wilayah pertahanan Mataram dari serangan Kerajaan Banten dan Belanda, yang sedang mengalami konflik dengan Mataram. Sultan Agung kemudian memberikan perintah kepada Rangga Gempol beserta pasukannya untuk memimpin penyerangan ke Sampang, Madura. Sedangkan pemerintahan untuk sementara diserahkan kepada adiknya, Dipati Rangga Gede.
Dipati Rangga Gede

Prabu Geusan Ulun

Prabu Geusan Ulun (1580-1608 M) dinobatkan untuk menggantikan kekuasaan ayahnya, Pangeran Santri. Ia menetapkan Kutamaya sebagai ibukota kerajaan Sumedang Larang, yang letaknya di bagian Barat kota. Wilayah kekuasaannya meliputi Kuningan, Bandung, Garut, Tasik, Sukabumi (Priangan) kecuali Galuh (Ciamis). Kerajaan Sumedang pada masa Prabu Geusan Ulun mengalami kemajuan yang pesat di bidang sosial, budaya, agama, militer dan politik pemerintahan. Setelah wafat pada tahun 1608, putera angkatnya, Pangeran Rangga Gempol Kusumadinata atau Rangga Gempol I, yang dikenal dengan nama Raden Aria Suradiwangsa menggantikan kepemimpinannya.

Ratu Pucuk Umun dan Pangeran Santri

Pada pertengahan abad ke-16, mulailah corak agama Islam mewarnai perkembangan Sumedang Larang. Ratu Pucuk Umun, seorang wanita keturunan raja-raja Sumedang kuno yang merupakan seorang Sunda muslimah; menikahi Pangeran Santri (1505-1579 M) yang bergelar Ki Gedeng Sumedang dan memerintah Sumedang Larang bersama-sama serta menyebarkan ajaran Islam di wilayah tersebut. Pangeran Santri adalah cucu dari Syekh Maulana Abdurahman (Sunan Panjunan) dan cicit dari Syekh Datuk Kahfi, seorang ulama keturunan Arab Hadramaut yang berasal dari Mekkah dan menyebarkan agama Islam di berbagai penjuru daerah di kerajaan Sunda. Pernikahan Pangeran Santri dan Ratu Pucuk Umun ini melahirkan Prabu Geusan Ulun atau dikenal dengan Prabu Angkawijaya. Pada masa Ratu Pucuk Umun, ibukota Kerajaan Sumedang Larang dipindahkan dari Ciguling ke Kutamaya.

Dari pernikahan Ratu Pucuk Umun dengan Pangeran Santri memiliki enam orang anak, yaitu :

Pangeran Angkawijaya (yang tekenal dengan gelar Prabu Geusan Ulun)
Kiyai Rangga Haji, yang mengalahkan Aria Kuda Panjalu ti Narimbang, supaya memeluk agama Islam.
Kiyai Demang Watang di Walakung.
Santowaan Wirakusumah, yang keturunannya berada di Pagaden dan Pamanukan, Subang.
Santowaan Cikeruh.
Santowaan Awiluar.

Ratu Pucuk Umun dimakamkan di Gunung Ciung Pasarean Gede di Kota Sumedang.

Prabu Agung Resi Cakrabuana (950 M)

Prabu Agung Resi Cakrabuana atau lebih dikenal Prabu Tajimalela dianggap sebagai pokok berdirinya Kerajaan Sumedang. Pada awal berdiri bernama Kerajaan Tembong Agung dengan ibukota di Leuwihideung (sekarang Kecamatan Darmaraja). Ia punya tiga putra yaitu Prabu Lembu Agung, Prabu Gajah Agung, dan Sunan Geusan Ulun.

Berdasarkan Layang Darmaraja, Prabu Tajimalela memberi perintah kepada kedua putranya (Prabu Lembu Agung dan Prabu Gajah Agung), yang satu menjadi raja dan yang lain menjadi wakilnya (patih). Tapi keduanya tidak bersedia menjadi raja. Oleh karena itu, Prabu Tajimalela memberi ujian kepada kedua putranya jika kalah harus menjadi raja. Kedua putranya diperintahkan pergi ke Gunung Nurmala (sekarang Gunung Sangkanjaya). Keduanya diberi perintah harus menjaga sebilah pedang dan kelapa muda (duwegan/degan). Tetapi, Prabu Gajah Agung karena sangat kehausan beliau membelah dan meminum air kelapa muda tersebut sehingga beliau dinyatakan kalah dan harus menjadi raja Kerajaan Sumedang Larang tetapi wilayah ibu kota harus mencari sendiri. Sedangkan Prabu Lembu Agung tetap di Leuwihideung, menjadi raja sementara yang biasa disebut juga Prabu Lembu Peteng Aji untuk sekedar memenuhi wasiat Prabu Tajimalela. Setelah itu Kerajaan Sumedang Larang diserahkan kepada Prabu Gajah Agung dan Prabu Lembu Agung menjadi resi. Prabu Lembu Agung dan para keturunannya tetap berada di Darmaraja. Sedangkan Sunan Geusan Ulun dan keturunannya tersebar di Limbangan, Karawang, dan Brebes.

Setelah Prabu Gajah Agung menjadi raja maka kerajaan dipindahkan ke Ciguling. Ia dimakamkan di Cicanting Kecamatan Darmaraja. Ia mempunyai dua orang putra, pertama Ratu Istri Rajamantri, menikah dengan Prabu Siliwangi dan mengikuti suaminya pindah ke Pakuan Pajajaran. Kedua Sunan Guling, yang melanjutkan menjadi raja di Kerajaan Sumedang Larang. Setelah Sunan Guling meninggal kemudian dilanjutkan oleh putra tunggalnya yaitu Sunan Tuakan. Setelah itu kerajaan dipimpin oleh putrinya yaitu Nyi Mas Ratu Patuakan. Nyi Mas Ratu Patuakan mempunyai suami yaitu Sunan Corenda, putra Sunan Parung, cucu Prabu Siliwangi (Prabu Ratu Dewata). Nyi Mas Ratu Patuakan mempunyai seorang putri bernama Nyi Mas Ratu Inten Dewata (1530-1578), yang setelah ia meninggal menggantikannya menjadi ratu dengan gelar Ratu Pucuk Umun.

Ratu Pucuk Umun menikah dengan Pangeran Kusumahdinata, putra Pangeran Pamalekaran (Dipati Teterung), putra Aria Damar Sultan Palembang keturunan Majapahit. Ibunya Ratu Martasari/Nyi Mas Ranggawulung, keturunan Sunan Gunung Jati dari Cirebon. Pangeran Kusumahdinata lebih dikenal dengan julukan Pangeran Santri karena asalnya yang dari pesantren dan perilakunya yang sangat alim. Dengan pernikahan tersebut berakhirlah masa kerajaan Hindu di Sumedang Larang. Sejak itulah mulai menyebarnya agama Islam di wilayah Sumedang Larang.

PEJABAT SUMEDANG DARI MASA KE MASA

1 Nama Raja-raja Kerajaan Sumedang Larang
a Prabu Guru Aji Putih 900
b Prabu Agung Resi Cakrabuana / Prabu Taji Malela 950
c Prabu Gajah Agung 980
d Sunan Guling 1000
e Sunan Tuakan 1200
f Nyi Mas Ratu Patuakan 1450
g Ratu Pucuk Umun / Nyi Mas Ratu Dewi Inten Dewata 1530 - 1578
h Prabu Geusan Ulun / Pangeran Angkawijaya 1578 - 1601

2 Nama Bupati Wedana Masa Pemerintahan Mataram II 

a R. Suriadiwangsa / Pangeran Rangga Gempol I 1601 - 1625
b Pangeran Rangga Gede 1625 - 1633
c Pangeran Rangga Gempol II 1633 - 1656
d Pangeran Panembahan / Pangeran Rangga Gempol III 1656 - 1706

3 Nama Bupati Wedana Masa Pemerintahan VOC, Inggris, Belanda dan Jepang

a Dalem Tumenggung Tanumaja 1706 - 1709
b Pangeran Karuhun 1709 - 1744
c Dalem Istri Rajaningrat 1744 - 1759
d Dalem Anom 1759 - 1761
e Dalem Adipati Surianagara 1761 - 1765
f Dalem Adipati Surialaga 1765 - 1773
g Dalem Adipati Tanubaja (Parakan Muncang) 1773 - 1775
h Dalem Adipati Patrakusumah (Parakan Muncang) 1775 - 1789
i Dalem Aria Sacapati 1789 - 1791
j Pangeran Kornel / Pangeran Kusumahdinata 1791 - 1800
k Bupati Republik Batavia Nederland 1800 - 1810
l Bupati Kerajaan Nederland, dibawah Lodewijk, Adik Napoleon Bonaparte 1805 - 1810
m Bupati Kerajaan Nederland, dibawah Kaisar Napoleon Bonaparte 1810 - 1811
n Bupati Masa Pemerintahan Inggris 1811 - 1815
o Bupati Kerajaan Nederland 1815 - 1828
p Dalem Adipati Kusumahyuda / Dalem Ageung 1828 - 1833
q Dalem Adipati Kusumahdinata / Dalem Alit 1833 - 1834
r Dalem Tumenggung Suriadilaga / Dalem Sindangraja 1834 - 1836
s Pangeran Suria Kusumah Adinata / Pangeran Soegih 1836 - 1882
t Pangeran Aria Suria Atmaja / Pangeran Mekkah 1882 - 1919
u Dalem Adipati Aria Kusumahdilaga / Dalem Bintang 1919 - 1937
v Dalem Tumenggung Aria Suria Kusumah Adinata / Dalem Aria Sumantri 1937 - 1942
w Bupati Masa Pemerintahan Jepang 1942 - 1945
x Bupati Masa Peralihan Republik Indonesia 1945 - 1946

4 Bupati Masa Pemerintahan Republik Indonesia 

a Raden Hasan Suria Sacakusumah 1946 - 1947

5 Bupati Masa Pemerintahan Belanda / Indonesia 

a Raden Tumenggung M. Singer 1947 - 1949

6 Bupati Masa Pemerintahan Negara Pasundan

a Raden Hasan Suria Sacakusumah 1949 - 1950

7 Bupati Masa Pemerintahan Republik Indonesia

a Radi (Sentral Organisasi Buruh Republik Indonesia) 1950
b Raden Abdurachman Kartadipura 1950 - 1951
c Sulaeman Suwita Kusumah 1951 - 1958
d Antan Sastradipura 1958 - 1960
e Muhammad Hafil 1960 - 1966
f Adang Kartaman 1966 - 1970
g Drs. Supian Iskandar 1970 - 1972
h Drs. Supian Iskandar 1972 - 1977
i Drs. Kustandi Abdurahman 1977 - 1983
j Drs. Sutarja 1983 - 1988
k Drs. Sutarja 1988 - 1993
l Drs. H. Moch. Husein Jachja Saputra 1993 - 1998
m Drs. H. Misbach 1998 - 2003
n H. Don Murdono,SH. Msi 2003 - 2008
o H. Don Murdono,SH. Msi 2008 - 2013

ASAL NAMA SUMEDANG LARANG

Kerajaan Sumedang Larang berasal dari pecahan kerajaan Sunda-Galuh yang beragama Hindu, yang didirikan oleh Prabu Aji Putih atas perintah Prabu Suryadewata sebelum Keraton Galuh dipindahkan ke Pajajaran, Bogor. Seiring dengan perubahan zaman dan kepemimpinan, nama Sumedang mengalami beberapa perubahan. Yang pertama yaitu Kerajaan Tembong Agung (Tembong artinya nampak dan Agung artinya luhur) dipimpin oleh Prabu Guru Aji Putih pada abad ke XII. Kemudian pada masa zaman Prabu Tajimalela, diganti menjadi Himbar Buana, yang berarti menerangi alam, Prabu Tajimalela pernah berkata “Insun medal; Insun madangan”. Artinya Aku dilahirkan; Aku menerangi. Kata Sumedang diambil dari kata Insun Madangan yang berubah pengucapannya menjadi Sun Madang yang selanjutnya menjadi Sumedang. Ada juga yang berpendapat berasal dari kata Insun Medal yang berubah pengucapannya menjadi Sumedang dan Larang berarti sesuatu yang tidak ada tandingnya.

SEJARAH KERAJAAN SUMEDANG LARANG

Kerajaan Sumedang Larang (kini Kabupaten Sumedang) adalah salah satu dari berbagai kerajaan Sunda yang ada di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Terdapat kerajaan Sunda lainnya seperti Kerajaan Pajajaran yang juga masih berkaitan erat dengan kerajaan sebelumnya yaitu (Kerajaan Sunda-Galuh), namun keberadaan Kerajaan Pajajaran berakhir di wilayah Pakuan, Bogor, karena serangan aliansi kerajaan-kerajaan Cirebon, Banten dan Demak (Jawa Tengah). Sejak itu, Sumedang Larang dianggap menjadi penerus Pajajaran dan menjadi kerajaan yang memiliki otonomi luas untuk menentukan nasibnya sendiri.

1 Kerajaan Sumedang Larang 900 - 1601
2 Pemerintahan Mataram II 1601 - 1706
3 Pemerintahan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) 1706 - 1811
4 Pemerintahan Inggris 1811 - 1816
5 Pemerintahan Belanda / Nederland Oost-Indie 1816 - 1942
6 Pemerintahan Jepang 1942 - 1945
7 Pemerintahan Republik Indonesia 1945 - 1947
8 Pemerintahan Republik Indonesia / Belanda 1947 - 1949
9 Pemerintahan Negara Pasundan 1949 - 1950
10 Pemerintahan Republik Indonesia 1950 - sekarang

Sukhoi Superjet-100 Specifications

SSJ-95SSJ-95LR
Dimensions
Length (m)29.829.8
Wingspan (m)27.827.8
Height (m)10.310.3
Weight
Maximum take-off weight (kg)42 50045 900
Maximum landing weight (kg)39 40039 400
Maximum payload (kg)12 25012 250
Performance
Range with max payload (km)3 0504 420
Maximum speed (km/h)950950
Take-off field length (m)1 5301 800
EnginesPowerJet SaM146,
2 x 15600 lb
PowerJet SaM146,
2 x 15600 lb
Cabin Data
Passengers (1-class)95-9895-98
Economy seat pitch (cm)81.381.3
Cabin width (m)3.23.2


Typical Cabin Configuration of Sukhoi Superjet-100


UAV Akan Jadi Andalan di Perbatasan

(MDN), Jakarta - Wahana udara tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) akan semakin diefektifkan pemakaiannya, terutama di kawasan perbatasan negara. Penetapan pada wahana ini menjadi salah satu strategi pertahanan negara oleh pemerintah.
 
"Salah satunya dengan semakin mengefektifkan UAV itu. Akan juga dipergunakan di perbatasan," kata Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, di Jakarta, Selasa. Dia menjadi salah satu pembicara kunci seminar Air Power Club of Indonesia sebagai rangkaian HUT ke-66 TNI-AU.

UAV merupakan wahana udara yang bisa dijadikan arsenal di garis depan untuk mengumpulkan data intelijen primer. Pemakaian UAV ini bisa dikombinasikan dengan sistem transmisi data seketika dan sistem komando persenjataan yang terintegrasi dengan arsenal lain.

Banyak negara telah memakai UAV ini, mulai dari Amerika Serikat sampai negara-negara di Afrika. Salah satu negara produsen UAV ternama dunia adalah Israel yang membuat wahana dan sistem pengendali UAV Heron.

Menurut Kepala Staf TNI-AU, Marsekal TNI Imam Sufaat, UAV yang akan diakusisi dalam arsenal matra udara TNI itu adalah yang terbaik di kelas harganya. "Mengoperasikannya jelas tidak seperti menerbangkan pesawat radio kontrol," katanya.

Saat disinggung mengombinasikannya dengan kesenjataan konvensional ataupun inkonvensional, dia mengakui bahwa, "Kita belum mampu. Namun nanti pasti dikembangkan."

Dalam daftar kesenjataan yang akan dimiliki TNI-AU, UAV telah masuk di dalamnya. Direncanakan, UAV itu akan tiba di Tanah Air dalam waktu tidak lama lagi, dan akan ditempatkan di Pangkalan Udara TNI-AU Supadio, Pontianak.

Salah satu area yang bisa dianggap pas untuk dijadikan pangkalan UAV TNI-AU itu adalah Lapangan Terbang Haliwen, di Atambua, NTT. Lapangan udara perintis namun bisa didarati C-130 Hercules atau Fokker F-50 itu hanya berjarak 30 menit penerbangan dari Dili, ibukota negara Timor Timur.

Sumber: Antara

Video Dynamic Pegasus



Indonesia Beli Dua Helikopter Latih dari Sikorsky

(MDN), Stratford - Sikorsky Aircraft mengumumkan telah menjual dua helikopter ringan S-300C™ dengan opsi lebih dari empat unit helikopter, ke IPTN North America, anak perusahaan PT Dirgantara Indonesia.

Helikopter akan digunakan TNI AD untuk melatih lebih dari 100 pilot baru dalam beberapa tahun kedepan.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan pada Maret 2012, akan meningkatkan jumlah helikopter militer, dan membutuhkan helikopter latih untuk melatih para pilot baru.

Helikopter diharapkan diserahkan akhir 2012.

Sumber:Hankam / Sikorsky

RANCANGAN HELIKOPTER PT DI DIRGANTARA COMBAT HELICOPTER GANDIWA

Hasil kerjasama Dislitbang AD dan PT DI. Dilengkapi sepasang wing pylon untuk membawa persenjataan (Universal port NATO Standard). Berbasis dari Bell 412




Karakteristik umum:
Crew: 2 (pilot, copilot/gunner)
Lenght: 17,1m
Rotor Diameter: 14,0m
Disc Area: 154,4m2
Empty Weight: 3079kg
MTOW: 5397kg
Engine: 2x Pratt and Whitney Canada PT6T-3BE Twin-Pac turboshafts, 900shp each


Performa:
Max Speed: 140knots
Cruise Speed: 122knots
Range: 745km
Service Ceiling: 20000ft
Rate Of Climb: 1350ft/min
Power: 437W/kg

Persenjataan:
M230 Chain Gun (1200 rounds)
Hardpoints: Four pylon stations on the stub wings
Rockets: Hydra 70 and CRV7
Missiles: Typically AGM-114 Hellfire variants, AIM-92 Stinger may also be carried

Source: Brosur PT DI di Rapim TNI 2012

Di Buang Sayang

Liat nih koleksi Ku...!!!!

Karakternya Kartun Abissss....lucu ya....

Go...go....go....

Landing dimana nih..........????

Warna-warni

Masih dempulan

Bikin replikanya....dibentuk pake cutter

Kalo yg ini papertoy koleksiku......

Free Download Approach Chart

Terbang Navigasi membutuhkan persiapan yang lengkap dan terencana. Ada beberapa data yang harus pS frens kumpulkan dan pelajari sehingga penerbangan navigasi pS frens berjalan mulus dan selamat sampai tujuan.

Aerodrome data merupakan data yang mutlak disiapkan oleh pS frens. Data ini meliputi data general dari sebuah Bandara mulai dari nama dan code ICAO, dimensi/ukuran landasan pacu/run way, fasilitas yang tersedia sampai profile yang digunakan saat pS frenz melaksanakan departure maupun arrival.

Untuk lebih jelasnya pS frenz bisa download link di bawah ini untuk mendapatkan Approach Chart yang dikeluarkan oleh Jeppesen.

Note : Approach ini hanya sebagai refferensi, untuk data yang lebih valid gunakan Approach chart yang dikeluarkan secara resmi oleh Jeppesen.

1. Ambon - Patimura
2. Bali - Ngurah Rai
3. Bandung - Husein Sastranegara
4. Batam - Hang Nadim
5. Cengkareng - Suta
6. Jakarta - Halim
7. Jakarta - Halim2
8. Jambi - Sultan Thaha
9. Kupang
10. Mataram
11. Medan - Polonia
12. Padang
13. Palembang - Sultan Badarudin
14. Pekanbaru - Syarief Qasim
15. Pontianak
16. Semarang - A. Yani
17. Solo - Adi Soemarmo
18. Surabaya - Djuanda
19. Tanjung Pinang
20. Yogyakarta - Adisutjipto

Man Jadda Wajada

Terbayarkan sudah rasa penasaran Saya atas salah satu film karya anak bangsa yang berjudul Negara 5 Menara. Setelah beberapa minggu ini berita maupun cuplikan filmnya menjadi perbincangan hangat di stasiun-stasiun televisi nasional. 

Sempat saya baca sinopsis dari film yang sebenarnya diangkat dari sebuah novel pertama karya Ahmad Fuadi ini, sepintas dari penggalan ceritanya membangkitkan semangat baru untuk mewujudkan segala angan dan cita-cita pribadi Saya. Rasanya ngga afdol bila cerita ini tidak ditonton filmnya. Akhirnya tadi malam Saya bersama penghuni Mess Helikopter lainnya mewujudkan salah satu angan yang Kami ingin wujudkan yaitu menyaksikan langsung bagaimana cerita ini dikemas menjadi sebuah film yang penuh inspirasi.

Ada sebuah mantra yang selalu terngiang di telinga dan hati ini setelah menyaksikan film ini secara utuh. Mantra itu telah menginspirasi Saya untuk selalu fokus dan percaya bahwa segala sesuatu tidak akan sia-sia apabila kita sungguh-sungguh melakukannya. "Bukan tajamnya sebilah golok yang bisa mematahkan sebatang kayu namun kesungguhan kitalah yang bisa membagi kayu itu menjadi dua bagian." Pesan ini seperti yang di tampilkan dalam film tersebut dimana di salah satu kelas Pondok Madani yang berada di Ponorogo datanglah seorang Ustad dengan membawa golok panjang yang berkarat dengan sepotong kayu keras. Sejenak siswa yang berada dikelas baru itu terlihat tegang dan menebak-nebak apa yang akan dilakukan oleh Ustad tersebut.

Setelah sedikit memperkenalkan dirinya, Ustad yang bernama Sulaiman itu memperkenalkan barang bawaannya juga. Dicabutnya golok panjang yang lebih terkesan sebagai sebilah pedang itu dari sarungnya. Barulah terlihat kalau golok yang gagah itu diselimuti karat yang menjadikannya tumpul dan tak gagah lagi. Tanpa banyak kata Sang Ustad menghantamkan golok besarnya ke sebatang kayu yang digenggamnya. Satu kali, dua kali sampai beberapa kali hantaman golok itu rupanya tak bisa memotong kayunya. Sementara para siswa menyaksikannya dengan wajah tegang penuh dengan pertanyaan, apa sebenarnya yang dilakukan Ustad ini.....Sesaat Ustad itu terlihat kecapean namun diteruskananya hantaman demi hantaman sehingga kayu keras itu terbagi menjadu dua bagian. "Man jadda wa jada......Man jadda wa Jadda....Man Jadda wa jadda..." beberpa kali ustad Sulaiman mengucapkan mantra itu penuh dengan semangat dan emosi yang meluap-luap. Siapa yang bersungguh-sungguh Dia pasti Bisa.

Helicopter Memang Spesial


Helikopter merupakan pesawat yang mempunyai karakter khusus dan unik. Perfomance dan rancangannya sangat berbeda dengan pesawat bersayap tetap/fixed wing.
Vertical take off landing (VTOL) adalah salah satu keunggulan yang menjadikan helikopter sebagai pesawat dengan kemampuan khusus. Keunggulan inilah yang membuat pergerakan helikopter mempunyai flexibilitas tinggi, bisa mencapai dan mendarat di area terbatas yang tidak disiapkan sebagai runway atau landasan pacu yang tentunya tidak bisa dilakukan oleh pesawat  fixed wing.
                Ada beberapa specialisasi gerakan maupun jenis latihan yang hanya bisa dilakukan oleh helikopter diantaranya Hover, Vertical take off landing, Confinned Area, Pinnacle ridgeline, Hoist, Past roof, Rafeling dan Sling.               
Hover.
Gerakan hover merupakan dasar dari teknik menerbangkan helikopter. Mungkin Banyak yang beranggapan bahwa gerakan ini terlihat sangat gampang karena sifatnya yang statis, namun kenyataannya tak seperti yang terlihat, bahkan bisa dibilang hover merupakan gerakan yang paling sulit dan complicated. Koordinasi tangan kanan mengendalikan cyclic/stick, tangan kiri mengatur collective dan kedua kaki yang harus selalu responship terhadap segala perubahan heading/arah pesawat dengan menginjak pedal membuat Pilot harus konsentrasi penuh.
Helikopter bisa terbang seakan mengambang dengan ketinggian dan arah yang tetap membutuhkan pengertian dan pemahaman terhadap aerodinamika yang terjadi. Perlu kita ketahui beberapa gaya yang dimiliki oleh helikopter pada saat hover. Untuk membentuk konfigurasi pesawat supaya bisa hover maka pilot harus menyeimbangkan gaya-gaya tersebut sehingga jumlahnya adalah nol.
Gaya dorong (trust) harus seimbang dengan gaya hambat (drag). Gaya angkat juga harus sama nilainya dengan gaya gravitasi/berat (weight) helikopter. Selain itu pilot juga harus mengarahkan pesawat terhadap satu titik sehingga gaya yawing kiri juga harus seimbang dengan yawing kanan.
Vertical Take Off Landing (VTOL)
Latihan ini disebut juga dengan Pattern ataupun touch and go. Pattern yang dilaksanakan hampir sama dengan yang dilaksanakan oleh pesawat fixed wing dimana dalam pola pattern pesawat harus melewati cross wind, down wind, base leg dan final approach. Yang menjadi perbedaan dan ini menjadi kekhususan helikopter adalah vertical take off landing.
Apabila dilihat dari gerakannya secara kasat mata memang terlihat sama dimana pada saat take off helikopter harus mampu terbang dengan mempertahankan arah diikuti dengan bertambahnya kecepatan dan ketinggian. Namun secara teknik hal ini sangat berbeda dengan pesawat fixed wing bahkan sangat berlawanan. Pesawat fixed wing untuk menambah kecepatan dan ketinggian dilakukan dengan menambah power ke arah depan dan menarik stick ke belakang. Lain dengan gerakan yang dilakukan oleh Pilot helikopter, untuk menambah kecepatan dan ketinggian harus mengangkat collective/power keatas dan mendorong cyclic/stick kedepan, tentunya dengan teknik tertentu.
Begitu pula dengan landing, helikopter melaksanakan approach landing dengan cara menambah power dan mendorong stick sedangkan fixed wing dengan cara mengurangi power dan menarik stick ke belakang sehingga membentuk konfigurasi landing.
VTOL yang dilaksanakan saat latihan terbang dengan helikopter mempunyai peranan penting sebagai teknik dasar yang harus dimiliki oleh Pilot untuk dapat mendaratkan helikopter di spot terbatas.
Confinned Area.
Confinned area berasal dari bahasa inggris yang berarti area terbatas. Latihan ini disebut confinned area karena latihan dilaksanakan di area yang tidak disiapkan sebagai landasan pacu / runway yang tentunya dengan kondisi yang terbatas sehingga prosesnya harus melalui beberapa tahap sebagai persiapan pendaratan.
Latihan CA diawali dengan High Reccognaisance (recce), Low recce, Pattern Configuration, dummy approach, pattern, approach, ground recce dan landing. Tahapan demi tahapan tentunya mempunyai arti dan maksud tertentu sesuai dengan kebutuhan yang akan menjadi bahan evaluasi pilot dalam memutuskan apakah tempat terbatas tersebut layak untuk didarati atau tidak.
High recce merupakan pengamatan terhadap spot yang akan dilandingi dari ketinggian yang cukup tinggi atau kira-kira dari ketinggian dimana kita akan melaksanakan phase down wind yaitu kurang lebih 500 feet AGL (Above Ground Level). Dalam phase ini Pilot mengamati 5 aspek yang akan menentukan dari arah mana dan dengan tipe approach apa helikopter akan kita landingkan. Lima hal tersebut sering dikenal dengan “5S” yaitu Size(ukuran), Shape(bentuk), Souround(lingkungan sekitar), Surface(permukaan) dan Slope(kemiringan spot).
Latihan dilanjutkan dengan low recce. Pelaksanaannya sama dengan high recce namun dengan ketinggian lebih rendah. Hal ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi spot benar-benar aman untuk dilandingi.
Setelah pengidentifikasian selesai maka pilot bisa menentukan dari arah mana bisa landing dan dengan cara bagaimana.
Pinnacle and Ridgeline.
Tahap-tahapan latihan pinnacle and ridgeline tidak berbeda dengan latihan confinned area hanya saja latihan PR dilaksanakan di puncak gunung dan area perbukitan. Hal ini sesuai dengan namanya yaitu pinnacle and ridgeline yang berarti puncak gunung dan garis bukit.
                Faktor yang menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan approach landing sama dengan latihan CA, namun karena kondisi pegunungan yang relatif rawan terhadap terjadinya kecelakaan maka menuntut Pilot lebih konsntrasi dalam mendaratkan helikopter. Angin pegunungan yang lebih kencang dan tidak beraturan berpotensi terjadinya up draft dan down draft yang sewaktu-waktu bisa menghempaskan helikopter bila hal tersebut tidak diantisipasi. Tingkat kesulitan yang dirasakan paling rentan terjadinya kecelakaan yaitu pada saat short final approach.
Hoist
Latihan hoist merupakan latihan yang biasanya digunakan sebagai persiapan dalam operasi SAR (Search and Rescue). Hal ini sangat penting dimiliki oleh seorang pilot helikopter karena operasi ini sangat identik dengan pesawat helikopter yang mempunyai keunggulan dalam hal penyelamatan. Dalam laihan ini pilot dituntut dapat mengendalikan pesawat secara steady dan stabil sehingga proses penyelamatan bisa terlaksana dengan aman dan lancar. Selain keahlian pilot dalam mengendalikan pesawat, latihan ini juga membutuhkan suatu sistem komunikasi yang tepat antara pilot dengan regu penyelamat.

Keunikan dan keunggulan helikopter tentunya membutuhkan orang yang mampu mengopersikan secara aik dan tepat. Hal ini tentunya membutuhkan proses pelatihan yang unik, khusus dan handal. Selain jenis latihan yang khusus tadi ada beberapa latihan yang pada dasarnya biasa dilakukan baik oleh pilot pesawat fixed wing maupun helikopter, diantanya yaitu latihan navigasi, instrument, searching, terbang malam.

Narsies Abiessss

Saat Shooting Film The GUARDIAN

Whats Up My Bro

Keluarga Bahagia

Gatot Kaca Nuju Ngapung

BARCA FC,.....I'm The Best Player

Garuda Di Dadaku

Taufik Hitler

Opik Bin Laden

I'm The Great "KING ARTHUR"

Salam

Di Bumi Lancang Kuning

Kantor Gubernur Riau Dari Cockpit Colibri

Rumah Kami Sang Pengembara

Mesjid Agung Pekanbaru dari Cockpit Colibri

Kerajaan Siak Yang Legendaris

Durian Mantabs...."Trima Kasih Bang Joni"

Jembatan Siak Mempesona

Pembanguna Stadion Utama Riau

Koleksi Pasar Bawah

Duri- Kota Minyak

23:23 (Awal Dari "Tentang Aku")

Malam ini, selepas ibadah sholat Isya Aku mencoba untuk memejamkan mata dan segera beristirahat. Namun bisikan dalam hati menggetarkan suatu keinginan yang bergejolak memerintahkan tangan-tanganku untuk membuka laptop yang sebenarnya telah Aku matikan.

Aku pun terduduk di pojok kamar, diatas kasur biru yang tidak beralaskan seprai semenjak satu minggu yang lalu karena seprai yang mestinya untuk membungkus kasur Aku gunakan sebagai selimut penghangat di malam hari. Memang di mess ini tidak ada selimut yang bisa membungkus tubuhku menahan hembusan dinginnya AC yang selalu dihidupkan waktu Aku tidur.

Laptop sudah berada di pangkuanku, suara khas booting-nya menandakan laptop sudah siap untuk menerima tarian-tarian jemariku diatas tombol-tombolnya. Sempat Aku termenung sejenak memikirkan hal apa yang telah mendorong Aku dengan kuat agar membuka kembali laptop-ku yang telah tertidur mendahului Aku. Bukan apa-apa, Aku juga heran merasakan gejolak hati ingin menulis di saat orang lain sudah berkunjung ke alam mimpi indahnya. Semoga ini pertanda baik bagiku. Amin.

Waktu telah menunjukan pukul 23.23 WIB. Kebetulan sekali pikirku angkanya cantik sekali. Namun kembali Aku memikirkan apa yang telah ada pikiranku saat tadi sedang sholat. Benar kata orang, kalo sedang ibadah itu sering teringat hal-hal yang tak pernah kita pikirkan sebelumnya. Terus terang saja, ide ingin menulis “Tentang Aku” ini didapatkan waktu sedang bersimpuh menghadap Sang Pencipta. Bisa dibilang sholatku saat itu nggak khusu....begitulah Aku.

Namun ide yang Aku anggap sebagai karunia inilah yang menguatkan niatku untuk menulis apa yang ada dalam pikiranku saat ini. Entahlah akan jadi apa nantinya tulisan ini. Dalam pikirku biarlah ini mengalir apa adanya, Aku hanya mengikuti alur cerita yang ada di otak ini. Berantakan memang namun sekali lagi aku seakan nggak peduli ini tentang apa.

Dengan dimulainya cerita di malam ini, Aku berharap akan mampu mewujudkan salah satu projek pribadiku yang kesekian kalinya disaat aku sedang dinas luar. Dulu waktu di Madiun Alhamdulillah satu bulan bisa merampungkan satu buku yang berjudul “Mengungkap Rahasia Seleksi Prajurit TNI”. Di Jogja juga Aku bisa menggarap buku tutorial dasar photoshop yang diberi judul “ Narsies Abis”. Sempat juga menggarap lagu tapi Aku lupa pas dimana waktu itu. Ada tiga lagu yang Aku ciptakan yaitu Disaat Aku Merindukanmu, Tak berdaya dan lagu calon Mars Skadron Udara 7. Nah sekarang Aku juga berusaha menulis semampunya yang tercetus dalam ide tadi yaitu menulis “Tentang Aku”.
Rencananya tulisan ini akan Aku rangkai secara acak. Aku tidak akan tentukan darimana ini dimulai, bagaimana cerita ini berpola dan ditutup dengan cerita apa. Mengalir saja.

Mudah-mudahan dengan tekad yang sedikit agak nekad, tulisan kali ini bisa terselesaikan. Insya Allah.

Bukan Aku nggak bercermin dan tidak tau diri nekad menulis “Tentang Aku”. Emangnya siapa Aku ini? Aku bukan seseorang yang terkenal, bukan seorang idola atau bahkan seorang yang berprestasi. Aku bahkan terkenal sebagai orang yang tak banyak dikenal orang, pemalu dan terkesan euweuh pangaruhna. Namun dari situlah Aku ingin bercerita sebagai langkahku untuk melihat lebih dalam Tentang Aku. Aku berusaha mengevaluasi diri melalui hobby menulisku.

Pengalamanku dalam menulis membuat Aku ketagihan. Dengan menulis Aku bisa teriak sekeras-kerasnya tanpa mneganggu ketenangan tetangga. Aku bisa marah, sedih dan senang dengan cara merangkaikan beberapa kalimat menjadi satu kesatuan sebuah cerita. Kali ini pun Aku sangat berharap Aku bisa berbagi, melepaskan segala rahasia yang selama ini hanya terpendam dalam hati sang pengembara.

Kita lihat aja nanti apa hasilnya. Yang terpenting Malam ini Aku telah melangkah satu langkah untuk diteruskan langkah berikutnya. Siapa yang tau tulisan ini akan menjadi sejarah seorang Pemimpin Republik ini di masa depan. Wallahualam.

Pendaftaran Seleksi TNI Sudah Online

Kemajuan teknologi terasa sangat membantu sekali dalam berkomunikasi, saling memberi informasi dan dalam berintegrasi.

Mabes TNI tidak mau ketinggalan. Pendaftaran calon Prajurit tahun ini telah tersedia secara ONLINE. Calon peserta seleksi tidak perlu repot lagi datang ke Instansi Militer untuk mendaftar.

Kunjungi http://rekrutmen-tni.ilmci.com/ dan anda pilih kategori pendaftaran di sidebar kiri. Pilih salah satu (AKADEMI TNI, PA PK, PA PSDP, MAHASISWA BEASISWA, BINTARA, TAMTAMA).Stelah pilih salah satu kategori pendaftaran anda tinggal daftarkan diri Anda. Isilah formulir yang disediakan.

Mudahkan!!!! Semoga bermanfaat.

Ojolali siapkan segala sesuatunya, Anda bingung....silahkan Anda ikuti berbagai tips yang sudah Share di Weblog ini. Mau yang FULL......Download juga Ebooknya...GRATIS



Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More